Profil Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy

Abu Bassam | Senin, 17 Maret 2014 - 22:33:27 WIB | dibaca: 6922 pembaca

Latar Belakang

 

Dakwah Islam mengajak masyarakat untuk memahami tauhid secara benar. Bertujuan agar masyarakat tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun dan beribadah hanya kepada-Nya sesuai dengan yang dituntunkan, diamalkan, dicontohkan, dan atau diperintahkan oleh Rasulullah. Itulah dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah alias dakwah Salafiyah. Dakwah ini tidak lain merupakan lanjutan dari dakwah seluruh rasul yang diutus oleh Allah kepada umat manusia. Oleh karena itulah dakwah ini tidak berpijak pada satu golongan, etnis, aliran politik, status sosial, atau sebutan kultur tertentu; dakwahnya ditujukan kepada dan untuk seluruh umat manusia agar akidahnya lurus, ibadahnya tulus, dan akhlaknya bagus—dalam tataran ilmiah maupun amaliah.

 

Dalam rangka menyebarkan dakwah tersebut, khususnya di Indonesia yang sarat dengan beragam kesyirikan dan bid’ah, sejumlah dai terdorong untuk berperan serta menjalankan tugas mulia tersebut. Langkah tersebut termotivasi oleh firman Allah Ta’ala:

“Dan hendaknya ada di antara kamu satu kelompok yang menyeru (berdakwah) kepada kebaikan, memerintahkan perkara-perkara yang makruf dan melarang yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Surat Ali Imran ayat 104)

Karena sifat aslinya pula—yang tidak terbatas pada satu sisi kehidupan—sehingga dakwah perlu usaha-usaha demi lebih terarah dan teratur. Untuk merealisasikan tujuan tersebut, pada tahun 1994 didirikanlah sebuah dakwah yang diberi nama Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy yang diharapkan menjadi tempat berkumpul bagi siapa saja yang memiliki komitmen untuk menyebarkan dakwah dalam segala sisinya. Meskipun secara formal baru berdiri pada tahun tersebut, namun aktivitas dakwah Salafiyah sudah dirintis sejak tahun 1987. Saat itu cakupan geraknya terbatas di lingkungan kampus atau sekolah lewat pelaksanaan daurah mahasiswa dan pelajar.

Kini, mengingat semakin kompleksnya lingkup kegiatan dakwah yang digarap, dibentuk beberapa program kerja—yang insya Allah rinciannya akan dipaparkan di bagian belakang. Dengan dukungan tenaga dai yang berpengalaman, Yayasan mencoba memperbaiki diri dan membangun kepercayaan supaya hasil dakwah ini bisa  lebih optimal dan terasa manfaatnya bagi masyarakat luas.

Sejarah Singkat Perjalanan

Berbagai goresan sejarah menghiasi perjalanan Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy Yogyakarta, dii antaranya sebagai berikut:

1986 -Diawali dengan kegiatan majelis ta’lim yang dibina oleh ustadz Abu Nida Chomsaha Sofwan di sekitar kampus UGM dan UNY (d.h. IKIP Yogyakarta). Dauroh tahunan selama 1 bulan pada masa liburan semester, 99 % peserta kegiatan tersebut adalah perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Para alumnus daurah tersebut diharapkan kelak menjadi penyambung dakwah Salafiyah di daerahnya masing-masing. Dan, Alhamdulillah, saat ini mulai terlihat hasilnya.

1993 -Mulai merintis lembaga pendidikan setingkat ibtidaiyah dengan nama Ma’had Tahfizhul Quran, atas bantuan Bapak Ali Bawazir. Dimulai dengan menyewa sebuah rumah di Dusun Sedan, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Lembaga tersebut dipimpin oleh saudara Widiyanto, SPd. (Ustadz Dzakwan). Jumlah santri angkatan pertama adalah 19 anak.

1995 - Membangun Ma’had Jamilurrohman As-Salafi—atas bantuan Syaikh Muhammad Jabir seorang donatur dari Saudi Arabia—yang berlokasi di Banguntapan, Bantul. Mudir pertama yang memimpin lembaga tersebut adalah saudara Dr. Supriyanto (Abu Kholid). Santri angkatan pertamua berjumlah 15 anak. Pendidikan ma’had pada awalnya khusus untuk kelas putra Tadribud Du’at (pelatihan da’i putra) dan kelas putri Tarbiyatun Nisa’ (pendidikan putri). Sekarang, alhamdulillah, di sekitar Ma’had Jamilurrahman telah berdiri pemukiman ikhwah salafiyin.

1996 -Ma’had Tahfizhul Qur’an di Sleman dipindahkan ke Ma’had Jamilurrohman di Bantul.

2000 -Mulailah dibangun Markaz Syaikh Bin Baz (Islamic Centre Bin Baz) pada lahan seluas 2 Ha. Pada tahun itu pula Ma’had Tahfizhul Quran pindah ke Markaz Syaikh Bin Baz (Islamic Centre Bin Baz disingkat ICBB) dengan jumlah santri 180. Mudir pertama ICBB adalah Ust. Arif Syarifudin, Lc. Alhamdulillah ICBB menampung santri putra dan putri dari dalam dan luar negeri mulai jenjang Raudhatul Atfal s/d ‘Aliyah.

Tertantang untuk ikut berperan dalam menyediakan pelayanan kesehatan bagi kalangan masyarakat kebanyakan, pada tahun yang sama,   mulai membangun BPRB At-Turots Al-Islami I di atas lahan seluas 2500 m2—atas wakaf Bapak Masngudi—yang berlokasi di Margoluwih, Seyegan, Sleman.

2009 -Membuka Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani yang berlokasi di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. STIKes Madani mempunyai 3 Program Studi: S1 Keperawatan, D3 Kebidanan dan D3 Farmasi.

Visi dan Misi

VISI

Dakwah ilallah sesuai dengan manhaj salafus shalih.

MISI

  1. Berdakwah dalam segala bidang kehidupan melalui berbagai media
  2. Menyelenggarakan pendidikan formal dan informal
  3. Menyelenggarakan kegiatan sosial dalam upaya memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan ummat
  4. Membina kemandirian ummat
  5. Menyalurkan bantuan dan mendirikan berbagai sarana fisik ibadah dan pendidikan

Organisasi Yayasan Periode 2010

Pembina Ustadz Abu Nida’ Chomsaha Shofwan Lc.
Jajaran Pengurus  
Ketua Ustadz Abu Mush’ab Agus Zaenal Mustofa
Sekretaris Ustadz Arif Syarifuddin, Lc.
Bendahara Ustadz Dzakwan Widiyanto S.Pd.
Tim Manajemen Isnaini Ahmad, SE
  Hary Priyatna, SE
Kepala Bidang  
Pendidikan Ustadz Abu Sa’ad Muh. Nurhuda, MA
Dakwah dan  Ighotsah Ustadz Abu Sa’ad Muh. Nurhuda, MA
Pengembangan Sarana Fisik Ustadz Dzakwan Widiyanto S.Pd.
Hubungan Luar Negeri Ustadz Arif Syarifuddin, Lc.
Usaha Ustadz Abu Mush’ab Agus Zaenal Mustofa

Legalitas

Nama Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy
Kedudukan Yogyakarta – Indonesia
Akta Notaris Akte Notaris Umar Sjamhudi, S.H. No./Tgl. 11/13 Januari 1994. Kemudian untuk menyesuaikan dengan Undang-undang No. 16 Tahun 2001, diperbaharui dengan Akte Notaris Zainun Ahmadi, S.H. No./Tgl. 10/12 Mei 2006, dan mendapat pengesahan dari Kementrian Hukum dan HAM dengan Surat  No. AHU-AH. 01.08-97.
Alamat Kantor Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz, Karanggayam, Sitimulyo,
Piyungan, Bantul, DIY,
Telp./Faks. 0274- 4353411
Email atturots.yogya@gmail.com
Website www.atturots.or.id

Rencana Pengembangan Yayasan

  1. Pendirian Radio Dakwah
  2. Realisasi Rumah Sakit Umum STIKes
  3. Pembangunan Lokal Baru untuk Salafiyah Ula-SD  (sudah 90%).
  4. Pendirian Ma’had Tahfidzul Qur’an (dibimbing oleh Syaikh bersanad).
  5. Pembangunan Markaz ICBB IV di lokasi PP Jamilurrahman.
  6. Pengembangan Kampus STIKes Madani, penambahan Prodi Anastesi dan Analis Kimia (D3).
  7. Pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Kependidikan (STIKIP Madani), Jurusan (Strata 1):  PG PAUD, PG SD, Sastra Arab, Sastra Inggris dan Manajemen Pendidikan.
  8. Pendirian Kampus Terpadu