Berita Bin Baz

WARGA SITIMULYO PIYUNGAN BUKA BERSAMA DI PONDOK PESANTREN BIN BAZ

Abu Bassam | Kamis, 15 Juni 2017 - 14:05:41 WIB | dibaca: 1111 pembaca

Ustadz Abu Aufa bersama Jajaran Polsek Piyungan beserta masyarakat Sitimulyo menyerbu hidangan berbuka puasa, Rabu (14/6) petang, di Pondok Pesantren Bin Baz bagian Putri. Foto:Bin Baz

YOGYAKARTA | BINBAZ – Buka bersama di Pondok Pesantren Bin Baz Yogyakarta, Rabu (14/6) kemarin, dihadiri ratusan warga Piyungan. Ustadz Abu Markamad dalam kajiannya menjelang buka puasa bersama di Pondok Pesantren Bin Baz berpesan agar masyarakat memanfaatkan sisa usia pada sisa ramadhan tahun ini dengan sebaik-baiknya.

“Senantiasa berharap puasa ramadhan dan segala amal ibadah kita diterima oleh Alloh Subhanahu wa Ta’alla, dan semoga pula Alloh selalu memberikan taufik dan hidayah kepada kita semua,” kata Ustadz Abu Markamad yang akrab disapa ustadz Abu Aufa.
 
Di depan ratusan hadirin ia juga mengingatkan begitu meruginya jika melewatkan—apalagi meninggalkan—ibadah di bulan suci ramadhan.

“Sebaik-baik umat adalah umat yang diberikan kesempatan oleh Alloh. Manusia yang diberikan usia panjang dan kesehatan, sepantasnya mencontoh Rosululloh Shollohu ’Alayhi wa Sallam dalam segala aspek kehidupan.”

Kita umat muslim patut bahagia, kata Ustadz Abu Aufa, pada bulan suci ini sudah mendapat 19 hari puasa. Persoalan bolong-bolong atau lancarnya berpuasa itu urusan Alloh. “Bagi yang tekun membaca Qur’an jika sehari dapat satu juz, maka dalam 19 hari ini sudah dapat 19 juz. Yang biasa membaca selembar dalam sehari sudah dapat 19 lembar.”

Dalam kesempatan yang sama Ustadz Abu Aufa juga mengingatkan untuk terus meningkatkan dan memperbaiki apa-apa yang masih tersisa. Bicara yang tersisa, tambahnya, usia kita barangkali hanyalah sisa-sisa, maka mari tingkatkan dan perbaiki apa-apa yang masih tersisa.

Ia menegaskan bahwa 10 hari sisa ramadhan tetaplah sesuatu yang tersisa. Ia mengajak seluruh masyarakat Piyungan untuk menggunakan sisa-sisa ini dengan sebaik-baiknya. Masih banyak manusia yang tidak tahu diri padahal sudah diberikan umur panjang dan kesehatan.

“Semoga Alloh memberikan ampunan terhadap perkara-perkara kesalahan dan kekhilafan kita. Inilah termasuk kenikmatan bagi orang-orang yang beriman.”

Salah seorang pamong desa setempat, Priyambodo (52), merasa senang dapat hadir berbuka bersama di Pondok Pesantren Bin Baz. Pondok Pesantren yang mengutamakan sosialisasi dan dakwah ini terus bertambah santri di cabang-cabang pondok Bin Baz di berbagai wilayah di Indonesia.

“Sangat senang karena jama’ah sangat rukun, dan ini membuat saya terkesan,” kata Priyambodo mewakili warga masyarakat desa di Sitimulyo Piyungan Bantul Yogyakara.

Namun ia mengaku baru sekali dapat undangan buka bersama di Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz. Sambil tersenyum ia menjawab: “sayang jika dilewatkan”.

Berbeda dengan ramadhan tahun lalu, ramadhan kali ini lebih ramai dihadiri masyarakat sekitar pondok. Jika sebelum ramadhan ini buka bersama sering diselenggarakan di ponpes Bin Baz bagian Putra, kali ini justru diadakan di Ponpes Bin Baz bagian putri. Tentu saja ini karena seluruh santri putri memilih mudik daripada tinggal di pondok.

Kepada penulis Priyambodo berpesan mudah-mudahan hubungan baik antarpondok pesantren Bin Baz dengan masyarakat setempat dapat terjaga. Ia pun berharap kemakmuran dan kerukunan untuk mempererat ukuwah islamiyah dapat selalu membuat guyup.

“Begitu pula kegiatan buka bersama seperti ini dapat berlanjut pada ramadhan tahun-tahun berikutnya,” katanya berharap. “Mari kita saling membantu dan gotong-royong guyup bersama Islamic Center Bin Baz.”
 
Senada dengan yang lain, Adi (35) yang tinggal tak jauh dari lingkungan pondok pesantren mengaku gembira dapat bertemu dengan orang-orang baru saat buka bersama berlangsung. Dapat berkenalan dengan orang-orang barunya membuatnya semakin memiliki banyak saudara.

“Ketemu dengan saudara-saudara muslim yang lain. Begitu pula senang dapat berkenalan dengan orang-orang teman-teman baru,” katanya sambil menikmati hidangan sate lontong bersama anak lelakinya.

Kepada penulis, sambil tersenyum ia mengaku senang dapat hadir berbuka puasa di Pondok Bin Baz karena menu hidangannya yang istimewa. “Menunya bikin menarik.”

TEKS: A.S. ADAM
 
 



Berita Terkait