Artikel Bin Baz

SIHIR PERUSAK KEHARMONISAN RUMAH TANGGA

Abu Bassam | Selasa, 31 Maret 2015 - 08:16:09 WIB | dibaca: 6623 pembaca

Sejak zaman bahela, sihir sudah dikenal bisa merenggangkan hubungan antara suami istri, bahkan memisahkannya. Misalnya ada seorang wanita mencintai seorang pria yang sudah beristri, kemudian dengan menggunakan sihir ia bisa memikat laki-laki  tersebut hingga meninggalkan istrinya. Atau bisa juga seorang laki-laki yang mencintai wanita, namun si wanita memilih menikah dengan orang lain. Kemudian sang lelaki menyihir suami wanita tersebut agar kehilangan “kejantanannya.”

Allah Subhanahu wa ta'ala pun telah berfirman tentang pengaruh sihir,
 
 فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ
 
 “ Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka bisa menceraikan antara seorang suami dengan istrinya...”
(Al-Baqarah: 102). Maka hendaknya suami istri itu rutin membaca dzikir-dzikir yang disyariatkan, serta berbagai cara yang disunnahkan demi memelihara diri mereka dari pengaruh jahat sihir.

Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin pernah mendapatkan pertanyaan seputar persoalan tersebut.

Pertanyaan:

Ada seorang lelaki yang telah menikah selama dua puluh tahun, dan sejak setahun yang lalu tidak mampu bergaul intim dengan istrinya. Sudah pasti ada jampi-jampi yang ditulis sebagian orang jahat yang menghalangi dirinya sehingga tidak bisa menggauli istrinya. Ia mendatangi beberapa orang untuk bisa mementahkan jampi-jampi tersebuat atau penghalang yang sudah terlanjur bekerja maksimal. Ketika mereka meminta petunjuk kepada beberapa orang yang dijumpainya, mereka menyatakan, “Sesungguhnya urusan Anda ini amat sulit. Apakah ada cara dari Kitabullah dan Sunnah Rasul? Semoga Allah memberi Anda pahala kebajikan.”


Jawaban:
Ya. Memang ada obatnya. Caranya dengan meminta perlindungan kepada Allah dari gangguan setan yang terlaknat dan dari kejahatan makhluk ciptaan-Nya. Dengan membaca dua surat ta'awudz yakni qul a'uudzu birabbil falaq, dan qul a'uudzu birabbinnaas. Juga dengan membaca firman Allah,

فَلَمَّآأَلْقَوْا قَالَ مُوسَى مَاجِئْتُم بِهِ السِّحْرُ إِنَّ اللهَ سَيُبْطِلُهُ إِنَّ اللهَ لاَيُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ

“Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata kepada mereka, 'Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenaraannya.' Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang berbuat kerusakan...” (Yunus:81)

Demikian juga halnya dengan doa-doa yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, seperti:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-makhluk ciptaan-Nya.”
(Riwayat Muslim)

Bisa ditambah dengan ruqyah atau bacaan khusus untuk orang sakit, seperti:

رَبَّنَا اللَّهُ الَّذِي فِي السَّمَاءِ تَقَدَّسَ اسْمُكَ أَمْرُكَ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ كَمَا رَحْمَتُكَ فِي السَّمَاءِ فَاجْعَلْ رَحْمَتَكَ فِي الْأَرْضِ اغْفِرْ لَنَا حُوبَنَا وَخَطَايَانَا أَنْتَ رَبُّ الطَّيِّبِينَ أَنْزِلْ رَحْمَةً مِنْ رَحْمَتِكَ وَشِفَاءً مِنْ شِفَائِكَ عَلَى هَذَا الْوَجَعِ فَيَبْرَأَ

“Ya Rabb kami, Allah yang ada di langit, Maha Suci Nama-Mu, urusan-Mu di langit dan di bumi, sebagaimana rahmat-Mu ada di langit jadikan pula di bumi. Ampuni kami dosa dan kesalahan kami. Engkaulah Rabb kebaikan, turunkan rahmat dari rahmat-Mu dan kesembuhan dari kesembuhan milik-Mu untuk penyakit ini hingga sembuh.” 
(Shahih al-Bukhari no.  4624 dan Shahih Muslim no. 1341)
Ia bisa mengobati dirinya dengan berbagai doa dan ayat ini dengan penuh keikhlasan. Bisa dengan membacanya sendiri atau dibacakan oleh orang lain. Allah Subhanahu wa ta'ala akan mengabulkan doa Anda.”

Demikianlah jawaban dari Syaikh Al-Utsaimin berkenaan dengan masalah tersebut. Berikut ini, beberapa nash dan tuntunan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam kasus yang sama:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ

“Bacalah surat Al-Baqarah. Membacanya akan mendatangkan keberkahan, dan meninggalkannya akan mendatangkan kelemahan. Sungguh tukang sihir tak akan mampu mengalahkannya.
( Shahih al-Bukhari no.  4624 dan Shahih Muslim no. 1341)” (Lihat Al-Nihayah oleh Ibnul Atsir, I: 136)
 
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda,

مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ

“Barangsiapa yang memakan tujuh butir kurma ajwah di pagi hari, tidak akan tercelakai oleh racun maupun sihir.”
(Diriwayatkan Al-Bukhari dalam Shahih-nya, dalam kitab Al-Thibb, bab Obat berupa kurma ajwah untuk menahan sihir, hadits no. 5769. Diriwayatkan juga oleh Muslim dalam Shahih-nya dalam kitab Al-Asyribah, bab Keutamaan Kurma Madinah. Hadits no. 2047).

Dalam hadits lain,

مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

“Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah dalam satu malam, itu sudah cukup untuk menjaganya.”
  (Shahih al-Bukhari no.  4624 dan Shahih Muslim no. 1341)

Ada pendapat, bahwa arti cukup dalam hadits itu adalah cukup untuk melindunginya dari kejahatan. Ada juga yang berpendapat artinya cukup untuk melindungi dari kejahatan setan. Ada juga yang menyatakan bahwa ayat-ayat tersebut memelihara dari gangguan jin dan manusia. Ada juga yang berpendapat lain lagi. Semuanya itu mungkin-mungkin saja. Wallahu a'lam. (Lihat Fathul Bari VIII: 672)

Nabi bersabda,


قُلْ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِي وَتُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ

“Qul huwallahu ahad, Allahusshamad, adalah dua perlindungan ketika pagi dan petang, bacalah tiga kali, niscaya dirimu terpelihara dari segala bahaya.”  (Sunan al-Tirmidzi no. 3499.)

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ

“Barangsiapa yang mengucapkan laa ilaaha illallahu wahdahulaa syariikalah. Lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai in qadiir, sebanyak seratus kali dalam sehari, sama halnya dengan memiliki sepuluh budak. Dituliskan baginya seratus kebaikan dan dihapuskan darinya seratus kesalahan. Selain itu ia akan dilindungi dari setan selama satu hari itu, hingga datang sore hari.”  ( Shahih Muslim no. 4857.)

Sekali lagi, mengingat sihir sangat berbahaya dan bisa menghancurkan keutuhan dan keharmonisan rumah tangga, hendaknya kita selalu berusaha mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana disebutkan di atas, agar terhindar dan terjaga dari pengaruh sihir. Semoga rumah tangga kita selalu berada dalam keharmonisan, dan dijauhkan dari gangguan jin dan manusia. Aamiin.


sumber : Majalah FATAWA Vol IV No 05




Berita Terkait