Artikel Bin Baz

Islamic Centre Bin Baz

Faidah: AMALAN PENGHAPUS DOSA DAN KESALAHAN

Abu Bassam | Senin, 13 Juni 2016 - 12:46:23 WIB | dibaca: 2953 pembaca


1. Tidak mempersekutukan Allah 

عَنْ أَبِي ذَرٍّ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الِلَّهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : " قَالَ الِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ لَقِيتَنِي بِمِثْلِ الأَرْضِ خَطَايَا لا تُشْرِكُ بِي شَيْئًا ، لَقِيتُكَ بِمِلْءِ الأَرْضِ مَغْفِرَةً

Dari Abu Dzar radhiyallahuanhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman:  “Wahai anak Adam, seandainya engkau menghadap kepadaku membawa dosa sepenuh bumi, namun engkau tidak mempersekutukan Aku, maka Aku akan membawa ampunan sepenuh bumi.” (Hadits Shahih riwayat Ibnu Hibban No 226)

2. Shalat wajib 5 waktu dan shalat jum’at, berpuasa di bulan Ramadhan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، كَانَ يَقُولُ : الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ "

Dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Shalat wajib 5 waktu, dan shalat jum’at ke shalat jum’at berikutnya, dan puasa Ramadhan ke puasa Ramadan berikutnya adalah amalan-amalan penghapus dosa yang terjadi diantaranya, selama dosa besar dijauhi.” (HR Muslim 552)


3. Shalat

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَجُلًا أَصَابَ مِنْ امْرَأَةٍ قُبْلَةً فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَأُنْزِلَتْ عَلَيْهِ : " وَأَقِمْ الصَّلَاةَ طَرَفَيْ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنْ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ" قَالَ الرَّجُلُ: "أَلِيَ هَذِهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟" قَالَ: "لِمَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ أُمَّتِي"

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahuanhu, ada seorang lelaki mencium seorang wanita, lalu dia mendatangi Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan menceritakan kisahnya itu, kemudian turunlah ayat: “Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang [pagi dan petang] dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan [dosa] perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. (QS Hud: 114)”. (HR al-Bukhari 4687)


4. Shalat dua rakaat dengan khusyu’

" مَنْ تَوَضَّأَ وُضُوئِي هَذَا , ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لاَ يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ بِشَيْءٍ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini (wudhu Rasulullah), lalu shalat dua rakaat tidak terbetik dalam hatinya sesuatupun, pasti diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR al-Bukhari 1934)


5. Berpuasa Ramadhan

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala Allah, pasti diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR al-Bukhari 2014 dan Muslim 1781)


6. Shalat malam di bulan Ramadhan (shalat tarawih)

" مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ " .

“Barangsiapa shalat malam (shalat tarawih) di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharapakan pahala Allah, pasti diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR al-Bukhari 37)


7. Shalat malam di malam lailatul Qadar

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa shalat malam pada malam lailatul qadar dengan iman dan mengharapkan pahala Allah, pasti dosanya masa lalu akan diampuni Allah.” (HR al-Bukhari 1901)


oleh:  Ustadz Arif Abu Hasan حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى 

via  Group WA Suara Al-Iman 
 
 



Berita Terkait